Kematian Jeffrey Epstein pada tahun 2019 menjadi salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah modern. Meski secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri, berbagai kejanggalan dalam proses pengawasan dan investigasi membuat kasus ini terus diperdebatkan hingga bertahun-tahun kemudian.
Berikut rangkaian peristiwa yang terjadi secara kronologis.
1. Insiden Pertama di Sel (23 Juli 2019)
Pada dini hari tanggal 23 Juli 2019 sekitar pukul 01.30, Jeffrey Epstein ditemukan terluka dan setengah sadar di lantai selnya. Ia mengalami luka di sekitar leher yang langsung memicu spekulasi mengenai penyebab kejadian tersebut.
Teman satu selnya saat itu adalah Nicholas Tartaglione, mantan polisi New York yang sedang menunggu persidangan atas tuduhan pembunuhan. Ia diinterogasi tetapi membantah mengetahui apa yang terjadi.
Petugas penjara mempertimbangkan beberapa kemungkinan:
-
Percobaan bunuh diri.
-
Insiden yang direkayasa.
-
Serangan dari narapidana lain.
Setelah kejadian ini, Epstein ditempatkan dalam pengawasan bunuh diri ketat.
2. Pengawasan Dihentikan dan Perubahan Status (29 Juli 2019)
Enam hari kemudian, pada 29 Juli 2019, Epstein dikeluarkan dari pengawasan bunuh diri dan dipindahkan ke unit penahanan khusus bersama narapidana lain.
Menurut orang dekatnya, kondisi mental Epstein saat itu disebut masih “dalam semangat yang baik”.
Prosedur standar penjara menyatakan:
-
Ia harus memiliki teman satu sel.
-
Sel harus diperiksa setiap 30 menit oleh petugas.
Namun, beberapa aturan ini kemudian terbukti tidak dijalankan dengan benar menjelang kematiannya.
3. Malam Terakhir: Pelanggaran Prosedur Pengawasan
Pada 9 Agustus 2019:
-
Teman satu sel Epstein dipindahkan dan tidak diganti.
-
Ia dibiarkan sendirian, meskipun dianggap tahanan berisiko tinggi.
-
Petugas penjara tidak melakukan pemeriksaan rutin setiap 30 menit.
-
Dua penjaga yang bertugas dilaporkan tertidur selama beberapa jam dan memalsukan catatan pengawasan.
Selain itu, dua kamera keamanan di depan sel diklaim mengalami kerusakan pada malam tersebut.
4. Ditemukan Meninggal (10 Agustus 2019)
Pada pukul 06.30 pagi tanggal 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan tidak bernyawa di selnya di Metropolitan Correctional Center (MCC), New York.
Upaya penyelamatan segera dilakukan dan ia dibawa ke rumah sakit, tetapi akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Biro Penjara dan Jaksa Agung AS saat itu menyatakan kematian tersebut sebagai dugaan bunuh diri, meski investigasi masih berlangsung.
5. Hasil Autopsi dan Perdebatan Medis
Otopsi dilakukan pada 11 Agustus 2019 dan menemukan:
-
Beberapa patah tulang di leher.
-
Termasuk tulang hioid, yang dapat terjadi pada kasus gantung diri tetapi juga sering ditemukan pada kasus pencekikan.
Pemeriksa medis New York akhirnya menetapkan penyebab kematian sebagai bunuh diri melalui gantung diri.
Namun, beberapa ahli forensik independen mempertanyakan kesimpulan tersebut. Ahli patologi Michael Baden, misalnya, menyatakan bahwa cedera yang ditemukan dianggap tidak biasa untuk kasus bunuh diri.
Perbedaan pendapat ini memicu perdebatan publik luas.
6. Wasiat Terakhir dan Pemakaman
Dua hari sebelum kematiannya, Epstein menandatangani surat wasiat yang mengatur pembagian harta kepada beberapa orang dekat, termasuk:
-
Pacarnya Karyna Shuliak.
-
Pengacara dan akuntan lamanya.
-
Ghislaine Maxwell.
-
Anggota keluarga serta karyawan.
Setelah otopsi selesai, jenazahnya dimakamkan pada 5 September 2019 di pemakaman keluarga di Florida, dalam makam tanpa tanda untuk mencegah vandalisme.
7. Investigasi Resmi dan Kritik terhadap Penjara
Jaksa Agung AS memerintahkan investigasi menyeluruh karena adanya “ketidakberaturan serius” dalam pengawasan.
Temuan penting meliputi:
-
Kekurangan staf di fasilitas penjara.
-
Pelanggaran prosedur keamanan.
-
Rekaman CCTV yang sebagian rusak atau hilang.
Dua penjaga penjara didakwa karena memalsukan catatan pengawasan dan kemudian mengaku bersalah.
8. Rekaman CCTV dan Perkembangan Terbaru (2023–2025)
Laporan Departemen Kehakiman tahun 2023 menyebut adanya kelalaian serius dari pihak penjara, tetapi tetap mendukung kesimpulan bunuh diri.
Pada tahun 2025:
-
FBI berencana merilis rekaman pengawasan untuk menjawab teori konspirasi.
-
Rekaman menunjukkan Epstein sendirian di selnya.
-
Namun ditemukan bagian video yang hilang, sehingga perdebatan publik tetap berlanjut.
9. Warisan Kontroversi dan Teori Konspirasi
Kematian Epstein memicu berbagai teori:
-
Dugaan pembunuhan.
-
Tuduhan penutupan kasus oleh pihak berkuasa.
-
Spekulasi tentang jaringan elit dunia.
Kasus ini bahkan menjadi fenomena budaya populer, muncul dalam meme internet, karya seni, hingga dokumenter seperti:
-
Jeffrey Epstein: Filthy Rich (Netflix).
-
Serial dokumenter dan proyek film lainnya.
Kesimpulan
Kematian Jeffrey Epstein bukan sekadar akhir dari sebuah kasus kriminal, tetapi menjadi simbol kontroversi besar mengenai:
-
keamanan dalam tahanan federal,
-
pengaruh kekuasaan dan jaringan elit,
-
serta transparansi sistem hukum.
Meski secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri, banyak pertanyaan yang masih terus diperdebatkan hingga hari ini.
No comments:
Post a Comment