Inilah kisah Abu Kilabah, sahabat Nabi yang selalu bersyukur dan sabar. Dikisahkan oleh Abdullah bin Muhammad, suatu hari ia berada di wilayah Aris, Mesir dekat perbatasan. Saat berjalan di padang pasir, ia melihat sebuah kemah kecil dan lusuh yang tampak dimiliki oleh seseorang yang sangat miskin. Karena penasaran, ia pun mendekatinya dan masuk ke dalam kemah tersebut. Betapa terkejutnya ia saat melihat seorang laki-laki terbaring di dalamnya dengan kondisi sangat memprihatinkan. Kedua tangan dan kakinya buntung, matanya buta, telinganya hampir tidak bisa mendengar dan tubuhnya kurus kering.
Hanya lisannya yang masih berfungsi. Namun dari lisannya itulah terdengar kalimat yang menggugah hati. Ya Allah, ilhamilah aku untuk tetap bersyukur atas nikmat-Mu dan atas kemuliaan yang Engkau berikan kepadaku di antara makhlukmu. Abdullah yang menyaksikan itu merasa heran dan bertanya, "Wahai saudaraku, nikmat apa yang engkau syukuri dari Allah?" Laki-laki itu menjawab, "Demi Allah, andai Allah menenggelamkanku di lautan atau menjatuhkan gunung kepadaku, aku tidak akan berkata selain bersyukur kepadanya.
Bukankah dia masih memberiku lisan untuk berzikir dan bersyukur? Selain itu, aku memiliki seorang anak yang menuntunku ke masjid dan menyuapiku. Tapi sudah t hari ini dia tidak kembali. Maukah engkau mencarinya? Abdullah pun menyanggupi permintaan itu dan pergi mencarinya. Namun sayang ia menemukan anak laki-laki itu telah tewas diam singa. Dengan berat hati Abdullah kembali ke kemah dan berusaha menyampaikan kabar itu dengan halus.
Sudahkah engkau mendengar kisah Nabi Ayub? Laki-laki itu mengangguk. Ya. Abdullah melanjutkan, Allah mengujinya dengan hilangnya harta, anak-anak, dan penyakit yang parah. Bagaimana ia menghadapi ujian itu? Lelaki itu menjawab berulang kali. Ia bersabar. Ia bersabar. Hingga akhirnya ia bertanya, "Sekarang katakan padaku, di mana anakku?" Dengan pelan Abdullah menjawab, "Putamu telah wafat diterkam binatang buas. Semoga Allah melipat gandakan pahala untukmu dan memberimu kesabaran.
Lelaki itu pun menunduk, menarik napas panjang lalu berkata, "Alhamdulillah, Allah tidak membiarkan anakku menjadi makhluk yang bermaksiat hingga harus diazab di neraka." Tak lama kemudian, ia menghembuskan napas terakhirnya. Abdullah menangis, membaringkan jasadnya, menutupi tubuhnya dengan jubah, lalu mencari bantuan. Beberapa saat kemudian datang empat orang penunggang kuda. Mereka terkejut saat melihat jenazah itu dan berkata, "Ini adalah Abu Qilabah, sahabat dari Ibnu Abbas. Dahulu ia pernah ditawari menjadi hakim oleh khalifah, tapi ia menolaknya.
Dalam riwayat lain disebutkan Abuilabah adalah sahabat terakhir Rasulullah yang masih hidup saat itu. Ia menolak dunia, memilih hidup sederhana, dan wafat dalam keadaan penuh syukur. Follow atau subscribe sekarang juga. Semoga Allah memudahkan jalanmu menuju surga.
#kisahislami
#sahabatnabi
#nabimuhammad
# Kisah Abu Qilabah yang selalu Bersyukur dan Sabar.
No comments:
Post a Comment