Sunday, April 05, 2026

Sahabat Nabi : Nu'aiman Menjual Suwaibith



Ada seorang sahabat Nabi yang dikenal sangat usil namun selalu membuat Rasulullah tertawa. Ia bernama Nu'aiman. Suatu hari, Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq berencana pergi berdagang ke negeri Syam. Sebelum berangkat, Abu Bakar meminta izin kepada Rasulullah untuk mengajak dua orang sahabat, yaitu Nu'aiman dan Suwaibit bin Harmalah. 

Rasulullah pun mengizinkannya. Mereka bertiga kemudian berangkat menuju negeri Syam. Setelah sampai di sana, dibagilah tugas masing-masing. Suwaibit ditugaskan menjaga perbekalan karena ia dikenal sangat amanah. Sementara itu, Abu Bakar pergi ke pasar untuk berniaga. 

Ketika waktu siang tiba, Nu'aiman datang kepada Suwaibit dan berkata, "Wahai Suwaibit, rasa laparku sudah tidak tertahan. Berikanlah aku sepotong roti untuk aku makan." "Aku tidak bisa memberikannya sebelum Abu Bakar kembali. 

Perbekalan ini adalah amanah yang harus aku jaga." Mendengar penolakan itu, Nu'aiman berkata dengan nada mengancam, "Berikan aku sepotong roti itu atau kau akan aku beri pelajaran." Meski demikian, Suwaibit tetap berpegang pada amanahnya dan tidak memberikan makanan. 

Karena kesal, Nu'aiman pun pergi ke pasar. Di sana, ia mencari penjual budak. Setelah bertemu, Nu'aiman bertanya tentang harga seorang budak yang ternyata berkisar antara seratus hingga tiga ratus dirham. Kemudian Nu'aiman berkata kepada penjual budak, "Aku memiliki seorang budak, tetapi aku ingin menjualnya dengan harga sangat murah, cukup dua puluh dirham saja." Orang-orang di pasar merasa heran karena harganya sangat murah. Nu'aiman lalu menjelaskan, "Budakku ini punya kekurangan. 

Ia selalu mengaku sebagai orang merdeka dan tidak pernah mau mengakui dirinya sebagai budak." Mendengar itu, orang-orang mulai tertarik dan bertanya di mana budak tersebut. Tanpa disangka, Nu'aiman membawa para pedagang itu dan menunjuk ke arah Suwaibit, "Itu budaknya!" Ditangkaplah Suwaibit dan ketika ditangkap, Suwaibit berteriak, "Aku bukan budak, aku orang merdekaaa" Namun orang-orang tidak percaya, "Kami sudah tahu kekuranganmu. 

Kau memang selalu mengaku merdeka." Suwaibit terus berteriak, tetapi mereka tidak menghiraukannya. Ia pun dibawa ke pasar untuk dijual. Nu'aiman menerima dua puluh dirham dari hasil menjual sahabatnya itu. Uang tersebut ia gunakan untuk membeli makanan dan minuman, dan ia juga tidak lupa membelikan hadiah untuk Rasulullah. 

Tak lama kemudian, Abu Bakar pulang dan mendapati Suwaibit tidak ada. Ia pun bertanya kepada Nu'aiman, "Wahai Nu'aiman, di mana Suwaibit?" "Sudah aku jual, wahai Abu Bakar" Mendengar jawaban itu, Abu Bakar tertawa dan meminta Nu'aiman menjelaskan semuanya. Nu'aiman pun menceritakan kejadian tersebut dengan jujur. Setelah itu, Abu Bakar pergi ke pasar dan membeli kembali Suwaibit hingga ia kembali bebas sebagai orang merdeka. 

Ketika mereka pulang ke Madinah, kisah ini diceritakan kepada Rasulullah. Saat mendengar cerita tentang Nu'aiman, Rasulullah tertawa sejadi-jadinya hingga gigi geraham beliau terlihat jelas di hadapan para sahabat. 


Semoga Terinspirasi.
.

No comments: