Detektif Rio kembali beraksi dalam kasus tumbler paling lebay sepanjang sejarah perkeretaapian Indonesia.
oleh Detektif Rio, S.Hum (Sarjana Humor)
Dan di tengah kekacauan itu, PT KAI memanggil orang yang tepat:
BAB 1 — TKP: Tempat Kejadian “Pure Kesalahan Manusia”
Di Stasiun Rawa Buntu, Rio mengamati cooler bag Anita.
Ia mengetuk-ngetuknya seperti dokter memeriksa pasien.
Anita dan Alvin melihatnya bingung.
“Bapak dokter?” tanya Alvin.
“Bukan. Saya detektif. Tapi kadang saya merasa saya juga psikolog, paranormal, dan motivator all-in-one.”
BAB 2 — Petugas Argi dan Plot Twist Berlapis
Argi, petugas stasiun, diperiksa.
Argi berkata dengan suara gemetar:
“Saya tidak mengambil tumbler itu Pak… bahkan kalau saya mau nyuri pun… saya lebih suka botol minum warna hijau.”
Rio menepuk bahunya.
“Sudah, saya tahu kamu polos. Aura kamu berwarna toska. Tidak mungkin maling.”
BAB 3 — CCTV: Harapan Kosong
Rio memeriksa rekaman CCTV.
Hasilnya:
90% rekaman: Pintu KRL buka-tutup dramatis.
8% rekaman: Orang-orang lewat seperti NPC tanpa misi.
2% rekaman: Seekor kucing lewat sambil cuek.
Yang ada hanya suara operator KRL yang menenangkan:
“Hati-hati melangkah, jangan terburu-buru, kecuali lagi ngejar diskon 11.11.”
BAB 4 — Jejak Misterius Tumbler
Saat menyelidiki cooler bag, Rio menemukan EVIDENCE penting:
Sisa aroma kopi Tuku.
Kantong kecil berisi harapan Anita agar tumblernya kembali.
Dan satu clue paling absurd: stiker ‘Aku Anak Railfans’.
Rio menyipitkan mata.
BAB 5 — Mediasi Paling Dramatis di Dunia Perkeretaapian
Di ruang mediasi KAI Gondangdia, ketiganya bertemu.
Rio duduk seperti hakim acara kontes dangdut.
Rio mengangguk. “Ya, itu sudah jelas dari awal.”
BAB 6 — Ending Absurd: Ke Mana Tumbler Itu?
Rio memikirkan ke mana tumbler biru itu pergi.
Kemungkinan besar:
Tergelincir secara mandiri, memilih hidup bebas.
Diambil alien, karena warnanya mirip baterai pesawat UFO.
Terselip di lubang dimensi alternatif, khusus barang hilang KRL:
Payung,
Jaket,
Tumbler,
dan mantan.
Ia menutup kasus ini dan menulis laporan resmi:
"Kesimpulan: Tidak ada maling. Yang ada cuma kesialan, salah paham, dan internet yang terlalu cepat."
@RSW

No comments:
Post a Comment