Monday, January 26, 2026

Detektif Rio & Detik-Detik Kelahiran Sang Cahaya


Angin padang pasir Makkah malam itu terasa berbeda.

Detektif Rio berdiri di antara bayang-bayang waktu, tubuhnya tembus cahaya—seperti saksi yang tak boleh ikut campur. Jam kronologis di pergelangan tangannya berhenti berdetak.


Tahun Gajah. Malam Senin, 12 Rabiul Awal.

“Ini… saat itu,” gumam Rio pelan.

Langit Makkah yang biasanya pekat mendadak terbelah oleh cahaya lembut, bukan kilat, bukan api. Cahaya itu turun perlahan, seolah langit sendiri menunduk dengan penuh hormat.

Tanda-Tanda Aneh yang Menggetarkan Dunia

Rio menyaksikan satu per satu peristiwa yang kelak dicatat sejarah—namun malam itu terjadi bersamaan, senyap, dan mengguncang alam:

  • Istana Kisra di Persia bergetar, empat belas balkon megahnya runtuh tanpa gempa.

  • Api suci kaum Majusi yang menyala ribuan tahun padam seketika.

  • Danau Sawah di negeri Syam mengering dalam satu malam.

  • Berhala-berhala di sekitar Ka’bah jatuh tertelungkup, seolah kehilangan kekuatan.

Rio menelan ludah.
“Ini bukan kebetulan. Ini reset peradaban…”

Di Rumah Aminah binti Wahab

Rio melangkah menembus dinding tanah liat menuju sebuah rumah sederhana. Di dalamnya, Aminah terbaring—wajahnya tenang, tidak seperti perempuan yang akan melahirkan. Tak ada jerit kesakitan, tak ada kegelisahan.

Yang ada hanyalah ketenangan yang tak masuk akal.

Aminah berbisik lirih,

“Aku melihat cahaya… cahaya yang menerangi istana-istana di Syam.”

Rio tertegun. Cahaya itu bukan ilusi—sensor waktu di alatnya menangkap lonjakan energi yang tak pernah ia temui sebelumnya.

Lalu… seorang bayi lahir.

Tidak menangis keras.
Tidak gelisah.

Bayi itu lahir dalam keadaan bersih, tubuhnya bercahaya lembut, matanya tertutup damai.

Saat itu terjadi, Rio merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan dalam seluruh misinya sebagai detektif lintas zaman:

Ketakutan… dan ketundukan.


Peristiwa yang Tak Tercatat Kamera Waktu

Tiba-tiba, sistem kronologis Rio error.

Layar kacanya memunculkan tulisan:

“ENTITAS DI LUAR PARAMETER SEJARAH TERDETEKSI”

Rio menoleh.

Ia melihat makhluk-makhluk cahaya—bukan manusia, bukan jin seperti yang ia kenal. Mereka berdiri mengelilingi bayi itu, menjaga, bershalawat tanpa suara.

Rio tersadar:

Ini bukan sekadar kelahiran manusia. Ini adalah kelahiran pembawa risalah terakhir.

Salah satu makhluk cahaya menoleh ke arah Rio—bukan dengan mata, tapi dengan kesadaran.

Dalam benaknya terdengar pesan tanpa suara:

“Engkau hanya saksi. Jangan menilai. Jangan mengganggu.”

Rio menunduk. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Detektif Rio merasa kecil.

Penutupan Gerbang Waktu

Tak lama, cahaya meredup perlahan. Bayi itu didekap Aminah dengan senyum penuh harap.

Gerbang waktu mulai menutup.

Sebelum lenyap, Rio berbisik pelan:

“Selamat datang ke dunia, wahai pembawa cahaya. Dunia belum tahu… tapi ia akan berubah selamanya.”

⚙️ Klik.

Rio kembali ke masanya—dengan satu kesimpulan besar dalam laporan investigasinya:

Kasus ini bukan tentang misteri.
Ini tentang takdir.



By: @Septadhana

 

No comments: