Pada tanggal 7 Mei 1981 merupakan kamis kelabu bagi warga kota Jombang Jawa Timur. Tidak kurang dari 47 murid SMP Katolik Wijana kelas IIIA bersama walikelas dan kepala sekolahnya terkena musibah dalam perjalanan wisata ke Jawa Tengah.
Pada subuh kamis pagi, 3 buah bis “Flores” yang ditumpangi anak-anak sekolah berjumlah 140-an penumpang, meluncur di jalanan aspal yang licin. Bis-bis tersebut bernomor polisi : L 1606 UK, L 8040 UK dan L 5028 UK. Sekitar jam 02.15 hampir semua penumpang bis tertidur. Dari jurusan lain, sebuah kereta dengan cepat meluncur di atas jalur besinya. Kereta api penumpang dari Jakarta menuju Solo, yang mengalami keterlambatan.
Musibah terjadi sekitar 200 meter dari stasiun Purwosari Solo. Lampu merah tanda kereta api akan lewat s…
[12:04, 1/26/2026] Rio Septa: 7 Mei 1981: Hari Kelabu Bagi Warga Jombang
Tanggal 7 Mei 1981 adalah hari kamis yang menyedihkan bagi warga Jombang, Jawa Timur. Sebanyak 47 murid SMP Katolik Wijana kelas IIIA, bersama dengan walikelas dan kepala sekolahnya, mengalami musibah saat sedang dalam perjalanan wisata ke Jawa Tengah.
Perjalanan yang Berakhir Tragis
Pagi hari sebelum fajar, tiga buah bis dengan merk "Flores" membawa sekitar 140 penumpang, sebagian besar adalah anak-anak sekolah. Nomor polisi bis tersebut adalah L 1606 UK, L 8040 UK, dan L 5028 UK. Jalanan aspal yang licin menjadi jalan yang mereka lalui, dan sekitar pukul 02.15, hampir semua penumpang sudah tertidur.
Pada saat yang sama, sebuah kereta api penumpang dari Jakarta menuju Solo yang mengalami keterlambatan sedang melaju cepat di jalur relnya. Musibah terjadi di sekitar 200 meter dari Stasiun Purwosari, Solo. Lampu merah yang menandakan kereta api akan lewat sudah menyala. Mendadak, penduduk di sekitar mendengar suara klakson kereta, kemudian diikuti bunyi benturan yang keras dan jeritan orang.
Benturan yang Mematikan
Ternyata bis-bis tersebut sedang melintas jalan lintasan kereta api. Bis pertama dan kedua berhasil melewatinya dengan selamat. Namun, ketika bis ketiga (nomor polisi L 8028 UK) berada tepat di atas rel, kereta api menabrak bagian tengah bis dan menyeretnya bersama para penumpang yang kebanyakan adalah remaja.
Bis tersebut hancur parah dan tidak bisa dikenali bentuknya lagi. Penduduk sekitar segera datang untuk menolong dan menemukan kenyataan pahit: 31 orang meninggal dunia, sedangkan 20 orang lainnya mengalami luka berat dan ringan. Malam itu menjadi malam yang sangat menyedihkan bagi kota Jombang.
Suasana Duka di Jombang
Di kota Jombang, pada pukul 16.00 hari itu, banyak orang berdesak-desakan di sepanjang Jalan Wahid Hasyim hingga Jalan Batu Kiramat (yang menghubungkan Puskesmas dengan stasiun kereta api) untuk menanti kedatangan jenazah para murid.
Penyerahan surat kematian bagi 31 remaja dan seorang guru membuat semua orang yang menyaksikannya menangis. Karangan bunga yang ditempatkan di depan lokomotif kereta api semakin menambah suasana dukacita. Berita tragis ini juga menjadi berita nasional yang disiarkan di berbagai radio dan TVRI, bahkan disebut sebagai "hari berduka nasional". Tak lama setelah kejadian, izin operasional Perusahaan Bis Flores dicabut.
Sumber: Sinar Harapan, 8 & 10 Mei 1981, hal 1. Koleksi Surat Kabar Langka Salemba – Perpustakaan Nasional RI
#Studytur #Jombang #Flores #Bis
No comments:
Post a Comment